Cara Mengarsipkan Surat

                             TATA CARA MENGARSIP SURAT (FILING)

A. PENGERTIAN FILING
     Filing adalah proses pengaturan dan penyimpanan bahan-bahan secara sistimatis,
sehingga bahan – bahan tersebut dengan mudah dan cepat dapat ditemukan kembali setiap
kali diperlukan. Suatu filing yang tepat merupakan suatu tempat penyimpanan bahan-bahan
yang aman, maka filing dapat dianggap sebagai “ingatan” dari sesuatu organisasi. Filing
merupakan bagian yang sangat penting dan oleh karenanya filing harus disusun dengan
sempurna dalam suatu organisasi.

B. SISTEM FILING
Ada 5 dasar pokok sistim bagi penyelenggaraan filing yang dapat dipergunakan yaitu :
1. Sistem Abjad
2. Sistem Subyek
3. Sitem Geografis
4. Sistem Nomor
5. Sistem Kronologis
 
C. TANGGUNG JAWAB PEGAWAI TERHADAP FILING
Sistem filing bagi suatu kantor adalah sangat penting oleh karena arsip adalah sebagai
alat “ingatan”, sebagai metode untuk menyimpan surat-surat atau bahan-bahan yang penting
dengan aman, sistimatis, dan mudah ditemukan kembali apabila diperlukan setiap waktu.
 
D. PROSEDUR MENGARSIP
Prosedur mengarsip sebagai berikut:
1. Pembuatan tanda pelepas
2. Pembinaan kode
3. Pembuatan kartu petunjuk silang
4. Menggolong-golongkan
5. Penyimpanan
 
E. RUANGAN PENYIMPANAN ARSIP
Menyimpan arsip-arsip bukanlah disembarang tempat, akan tetapi ruangan penyimpanan
harus terhindar dari kemungkinan-kemungkinan serangan api, air, serangga dan lain-lain.
Tempat penyimpanan arsip harus kering, kuat, terang dan berfentilasi yang baik.
Menyimpan arsip.Menyimpan arsip hendaknya di tempat yang memenuhi syrat.Pergunakanlah rak logam dari pada menggunakan almari yang tertutup.
 
F.PENJAGAAN RUANGAN ARSIP
1. Membersihkan ruangan
    Ruangan penyimpanan arsip hendaknya senantiasa bersih dan teratur. Sekurang-kurangnya
    seminggu sekali dibersihkan dengan vacuum cleaner.
2. Pemeriksaan ruangan dan sekitarnya.
    Sedikit-dikitnya setiap enam bulan tempat penyimpanan arsip dan daerah sekelilingnya
    hendaknya diperiksa untuk mengawasi kalau-kalau ada serangga, rayap, dan sejenisnya.
3. Penggunaan Racun Serangga
    Setiap enam bulan ruangan hendaknya disemprot dengan racun serangga seperti D.D.T,
    Dieldrin, Pryethrum, Gaama Benzene Hexa chloride.
4. Mengawasi serangga anai-anai
    Untuk menghindari serangga anai-anai dapat dipergunakan sodium arsenie
5. Larangan makan dan merokok.
    Makanan dalam bentuk apapun tidak boleh dibawa ke tempat penyimpanan arsip, sebab
    sisa-sisa makanan merupakan daya tarik bagi serangga dan juga tikus-tikus.
6. Rak penyimpanan arsip
    Arsip-arsip hendaknya disimpan di rak yang dibuat dari logam, dimana jarak antara
    papan rak yang terbawah dengan lantai sekitar 6 inci.
7. Meletakkan arsip.
    Arsip-arsip, barang-barang cetakan, peta bagan dan lain-lain hendaknya diatur sebaik
    mungkin dengan diberi tanda masing-masing.
8. Membersihkan arsip
    Arsip-arsip hendaknya dibersihkn dengan menggunakan vacuum cleaner. Apabila arsip
    dihinggapi anai-anai/rayap dan sejenis lainnya hendaknya dipisahkan dengan lainnya.
9. Mengeringkan arsip yang basah
    Arsip-arsip yang basah tidak boleh dikeringkan dengan jalan menjemur dibawah teriknya sinar            matahari. Bukalah arsip-arsip dari ikatannya, kemudian keringkan dengan jalan menganginkan.
10. Arsip-arsip yang tidak terpakai
      Untuk arsip-arsip yang tidak terpakai lagi, hendaknya dijaga dengan cara yang sama,tetapi                  simpanlah tersendiri. Aturlah sebaik mungkin agar tidak bertaburan disana-sini.
11. Arsip-arsip yang rusak atau sobek
      Apabila kita temukan arsip-arsip yang rusak/sobek janganlah ditambal dengan menggunakan               cellulose tape, sebab alat perekat ini malahan dapat merusakkan kertas dan tulisannya. Untuk                memperbaikinya gunakanlah kertas yang sama dengamenggunakan perekat kanji.
 
G. PERBAIKAN ARSIP YANG RUSAK
1. Halaman yang sobek
    Untuk memperbaiki arsip-arsip yang sobek gunakanlah perekat kkanji, jangan sekali-kali
    menggunakan cellotape. Halaman yang sobek dapat diperbaiki oleh setiap orang
    tanpa terlebih dahulu memperoleh pendidikan yang khusus.
2. Membuat perekat
    Perekat dapat dibuat dari tepung kanji dan air, tetapi pada umumnya lebih mudah untuk
    membeli perekat di setiap toko buku yang terpercaya. Perbedaan antara perekat buatan
    sendiri dengan kita beli ialah bahwa perekat buatan pabrik itu diber sedikit bahan pengawet agar          tidak berbau.
3. Memperbaiki arsip-arsip yang terbakar.
    Apabila kertas-kertas arsip terserang oleh api, atau oleh beberapa sebab menjadi hangus
    atau sedikit terbakar, serahkanlah arsip-arsip tersebut kepada yang lebih ahli. Dalam hal
    ini serahkanlah kepada Arsip Nasional RI. Akan tetapi untuk pertolongan pertama yang
   dapat kita lakukan ialah dengan memasukkan arsip-arsip tersebut ke dalam peti, dan
    bungkuslah dengan kertas tissue secara lepas.
4. Menanggulangi arsip-arsip basah/terendam air.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam usaha menyelamatkan arsip-arsip
ataupun buku-buku daripada ancaman kemusnahan akibat menderita serangan air ialah
sebagai berikut :
a. ikatan bundle arsip janganlah dibuka sebelum Lumpur/kotoran yang berada
dipermukaan di buka /dibersihkan .
b. Mengeluarkan air yng terkandung dalam bundle arsip /buku-buku dengan jalan
menjemur di terik matahari,akan tetapi cukuplah kalau dianginkandi tempat yang
bebas teriknya matahari
c. Tidak diperkenankan untuk mengeringkan arsip/buku-buku dengan jalan menjemur
diterik matahari, akan tetapi cukuplah kalau dianginkan di tempat yang bebas dari
sinar matahari (didalam ruangan). Bila di jemur di bawah teriknya sinar matahari,
setelah kering kertas akan berkeriput-keriput dan saling melekat satu sama lain
sehingga sukar untuk memisahkannya.
d. Kertas-kertas arsip yang dibundel ataupun buku-buku hendaknya jangan dibuka
terlalu lebar, bukalah selebar jari.
e. Hendaknya kulit buku ataupun arsip jangan dipisahkan ketika masih dalam keadaan
basah
f. Lakukanlah semua ini dengan kesabaran dan kecermatan
5. Mengeringkan buku
    Buku-buku yang akan dijemur, hendaknya diletakkan diatas tiga buah tali halus serta
    kuat, agar buku dapat bergantung di ketiga bagiannya.
6. Mengatasi cendawan.
    Apabila setelah kering di kertas-kertas tumbuh cendawan, sapulah segera dengan
    campuran thymol dan spiritus, dapat juga dengan acetone. Disamping itu dapat juga
    dipergunakan campuran formalin dengan air; campuran ini harus mengandung formalin
    sebanyak 40%
7. Pembuatan kertas racun cendawan “fungicidial tissue”.
   Kertas lembut racun cendawan ini dapat dibuat sendiri. Sediakanlah campuran “sodium
   orthophenylpenate” sebanyak 2 ons, yang dicampur dengan air.Kemudian rendamlah
   beberapa helai kertas lembar tissue di dalam campuran tersebut, kemudian biarkanlah sesaat
  hingga kering.Simpanlah hasilnya di dalam kotak tertutup dan gunakanlah bila perlu.
8. Membersihkan rak
    Akibat terlanda oleh banjir, seperti halnya kertas-kertas arsip, rak-raknyapun akan
    mengalami kerusakan-kerusakan. Oleh karena itu selamatkanlah rak-rak yang kemungkinan
    masih dapat diselamatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cara membuat seblak maknyus

Materi mengelola pertemuan rapat